Minggu, 27 April 2025

Pacuan Kuda Bukit Ambacang Kota Bukittinggi, Wisata Seru untuk Keluarga

          (Sumber foto: Devita Rahma)

Sumbarescapes- Pacuan Kuda Bukit Ambacang diKota Bukittinggi menjadi salah satu destinasi wisata favorit, terutama saat musim libur. Setiap hari, puluhan kuda terlihat memukau arena, siap memberikan pengalaman menarik bagi para pengunjung.

Pengunjung dapat mencoba naik ke punggung kuda dengan tarif yang cukup terjangkau, mulai dari Rp25.000 hingga Rp 40.000 untuk satu kali keliling arena. Biasanya, kapasitas satu kuda dapat menampung dua orang, dengan pendampingan langsung dari pemilik kuda yang berjalan bersama mengelilingi lapangan.

Waktu aktivitas kuda di arena biasanya berlangsung pada pagi dan sore hari. Pada saat itulah suasana terasa lebih sejuk, sehingga banyak keluarga memilih waktu ini untuk menikmati liburan.

Selain pengalaman naik kuda, kawasan Pacuan Kuda Bukit Ambacang juga dilengkapi dengan berbagai pilihan jajanan, seperti gorengan, jagung bakar, dan aneka minuman segar, yang menambah kenyamanan wisata.

Setiap tahun, tempat ini juga menjadi tuan rumah acara Pacu Kuda daerah, yang mempertemukan para joki dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Event ini selalu berhasil menarik perhatian banyak pengunjung berkat atmosfer kompetisi yang meriah dan penuh semangat.

Wisata Pacuan Kuda Bukit Ambacang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menghadirkan suasana akrab dan hangat, menjadikannya pilihan ideal untuk rekreasi keluarga di Bukittinggi.


Wartawan: Devita Rahma (Mahasiswa Prodi KPI)

Redaktur: Sofi Asri 

Minggu, 20 April 2025

Menelusuri Keindahan dan Sejarah di PDIKM Museum Bustanil Arifin

Sumbarescape- Minangkabau menyimpan pesona yang tak lekang oleh waktu, alamnya yang elok berpadu dengan budaya yang kaya, menjadikan tanah Minang sebagai salah satu daerah yang memiliki sejarah dan budaya yang kuat. 

Pusat Dokumentasi dan Informasi KebudayaanMinangkabau(PDIKM), yang terletak di Kelurahan Silaiang Bawah, Kecamatan Padang Panjang barat, Kota Padang Panjang, salah satu bukti yang merekam sejarah adat Minangkabau.

Saksi bisu kejayaan dan kearifan lokal masyarakat Minangkabau yang ada di PDIKM yaitu Museum Bustanil Arifin. Ruang yang merekam jejak sejarah, adat dan perjuangan ekonomi masyarakat Minang. PDIKM, lembaga yang mendedikasi untuk melestarikan, mempromosikan, dan mempelajari budaya Minangkabau melalui artefak, dokumentasi sejarah dan fasilitas modern, serta pakaian adat.

Museum Bustanul Arifin yang berbentuk Rumah Gadang ini menyimpan lebih dari tiga ribu dokumen dan artefak yang berkaitan dengan Minangkabau. Termasuk foto foto sejarah dan alat musik tradisional.

Selain tempat objek wisata sejarah, PDIKM juga berfungsi sebagai pusat edukasi, pelestarian budaya melalui pameran festival, lomba, dan pelatihan budaya Minangkabau. Tempat ini juga memiliki fasilitas penunjang, seperti gazebo, mushala, toilet, taman, dan toko souvenir untuk pengunjung yang datang.

Pengunjung juga dapat menyewa pakaian adat untuk berfoto di lantai dasar Rumah Gadang. Harga tiket masuk bervariasi, Rp.5.000 untuk anak-anak, Rp.10.000 untuk dewasa, dan Rp. 25.000 untuk mancanegara. Wisata ini menjadi daya tarik bagi wisatawan berkunjung untuk mengenal adat dan budaya Minangkabau.


Siska Maharani (Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Imam Bonjol Padang)

SumbarEscapes " Pelarian yang Membawa Anda pada Keindahan Sumatra Barat"




 Latar Belakang Berdirinya Blog SumbarEscape

      Sumatera Barat merupakan provinsi yang kaya akan pesona alam, keunikan budaya, serta tradisi yang masih terjaga hingga kini. Dari hamparan sawah yang membentang hijau, deretan pegunungan yang memukau, hingga kehidupan masyarakat Minangkabau yang sarat nilai-nilai luhur. Sumbar menyimpan begitu banyak cerita yang layak untuk dibagikan ke dunia. Namun sayangnya, tidak semua keindahan itu terekspos secara optimal, terutama di kalangan generasi muda dan wisatawan domestik yang lebih akrab dengan destinasi mainstream di luar provinsi.

    Melihat hal tersebut, blog "SumbarEscape" hadir sebagai ruang digital yang didedikasikan untuk mengenalkan kekayaan wisata dan budaya Sumatera Barat melalui sudut pandang yang lebih segar, kreatif, dan mudah diakses.

    Filosofi di balik berdirinya blog ini adalah semangat untuk "melarikan diri" (escape) dari rutinitas sehari-hari, sambil menemukan kembali keindahan lokal yang sering kali terlewatkan.

    Menjadi jembatan informasi untuk  membantu siapa pun yang ingin mengenal, menjelajah, dan  menikmati keindahan alam serta budaya di Sumatera Barat. 

    Kami percaya bahwa dengan sentuhan narasi yang kuat, visual yang menarik, dan informasi yang akurat, Sumbar dapat menjadi destinasi utama yang tak hanya dinikmati, tapi juga dicintai. Blog ini tidak hanya menjadi media dokumentasi perjalanan, tapi juga bentuk kontribusi nyata dalam mempromosikan potensi lokal, membangun kesadaran budaya, dan mendorong pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

    Blog ini bukan hanya sekadar catatan perjalanan, tapi juga menjadi sumber berita, panduan, serta rekomendasi terpercaya bagi para calon wisatawan yang ingin merencanakan perjalanan ke Sumbar.

     Melalui pendekatan digital yang informatif, kreatif, dan menyenangkan, "SumbarEscape" berkomitmen untuk memperkenalkan keindahan dan keunikan Sumbar kepada khalayak luas agar setiap orang yang berkunjung tidak hanya menikmati keindahannya, tetapi juga memahami nilai-nilai dan cerita yang ada di baliknya.

Pesona Silokek: Surga Tersembunyi di Jantung Sumatera Barat

Di tengah hamparan bumi Minangkabau yang kaya akan keindahan alam, tersembunyi sebuah permata yang belum banyak tersentuh: Silokek. Terletak di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, kawasan ini menawarkan panorama memukau yang menggabungkan keajaiban geologis, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya dalam satu kesatuan harmonis. Sebagai kawasan yang kini menyandang status Geopark Nasional, Silokek layak mendapatkan perhatian lebih sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia.

Silokek mempersembahkan pemandangan alam yang menakjubkan dengan formasi geologisnya yang unik. Deretan pegunungan karst yang menjulang dengan tebing-tebing curam menciptakan siluet dramatis di cakrawala. Batuan purba berusia jutaan tahun menyimpan jejak evolusi bumi, menjadikan kawasan ini sebagai buku sejarah geologi yang hidup.

Fenomena alam yang paling mencolok adalah Grand Canyon Silokek, sebuah lembah spektakuler yang dibelah oleh aliran Sungai Batang Kuantan (juga dikenal sebagai Sungai Ombilin). Tebing-tebing terjal dengan lapisan batuan berwarna-warni menawarkan pemandangan megah yang tak kalah dengan Grand Canyon di Amerika Serikat. Air sungai yang jernih mengalir di dasar lembah, menciptakan kontras menawan dengan tebing batuan yang kokoh.

Gua-gua karst di Silokek juga menawarkan pesona tersendiri. Gua Ngalau Cigak dengan stalagtit dan stalagmitnya yang menakjubkan, Gua Ngalau Kampung dengan aliran air bawah tanah yang misterius, serta beberapa gua lainnya menawarkan petualangan eksplorasi yang mendebarkan sekaligus mendidik. Formasi batu kapur yang telah terbentuk selama ribuan tahun menciptakan arsitektur alam yang memesona.

Silokek bukan hanya tentang keindahan geologis, tetapi juga surga bagi keanekaragaman hayati. Hutan hujan tropis yang menyelimuti kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna, beberapa di antaranya endemik dan langka.

Pepohonan raksasa dengan akar-akar yang kokoh menciptakan kanopi hijau yang rimbun, menjadi habitat bagi berbagai jenis burung dan primata. Suara kicauan burung dan gesekan daun yang tertiup angin menciptakan simfoni alam yang menenangkan. Di sepanjang tepian Sungai Batang Kuantan, dapat ditemui berbagai jenis ikan air tawar yang berkilauan di bawah sinar matahari yang menembus permukaan air.

Keunikan ekosistem Silokek juga tercermin dari keberadaan beberapa spesies langka seperti siamang, macan dahan, dan beruang madu yang masih bisa ditemui di kawasan ini. Keberadaan satwa-satwa ini menjadi indikator bahwa ekosistem Silokek masih relatif terjaga dan memerlukan upaya konservasi yang serius.

Air menjadi elemen penting yang memperkaya keindahan Silokek. Sungai Batang Kuantan yang membelah lembah tidak hanya menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat, tetapi juga menawarkan atraksi wisata yang mendebarkan. Arung jeram melalui aliran sungai yang jernih, diapit oleh tebing-tebing megah, memberikan pengalaman petualangan yang sulit dilupakan.

Beberapa air terjun tersembunyi di kawasan Silokek menambah daftar keindahan alamnya. Air Terjun Sarasah Aia Angek, dengan airnya yang hangat secara alami karena mengandung mineral tertentu, menawarkan sensasi mandi yang unik. Sementara itu, Air Terjun Sarasah Tanggo dengan ketinggian sekitar 30 meter menciptakan tirai air yang memukau, dikelilingi oleh vegetasi hijau yang rimbun.

Mata air panas alami juga dapat ditemukan di beberapa titik di kawasan Silokek. Air yang kaya akan mineral ini dipercaya memiliki khasiat terapeutik, menjadikannya tempat favorit untuk relaksasi sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Keindahan alam Silokek semakin lengkap dengan adanya warisan budaya masyarakat lokal yang kaya. Komunitas adat yang telah bermukim di kawasan ini selama berabad-abad memiliki tradisi dan kearifan lokal yang hidup berdampingan dengan alam. Rumah gadang dengan arsitektur khasnya, serta perkampungan tradisional yang masih mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal, menjadi daya tarik budaya yang melengkapi pesona alam.

Festival tradisional dan upacara adat yang masih rutin diselenggarakan oleh masyarakat setempat memberi kesempatan bagi pengunjung untuk menyelami kekayaan budaya Minangkabau. Kesenian tradisional seperti randai, saluang, dan tari piring turut mewarnai kehidupan masyarakat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kawasan ini.

Di balik keindahan memukau yang ditawarkan, Silokek menghadapi tantangan pelestarian yang tidak ringan. Aktivitas penambangan liar, penebangan hutan, dan pembangunan yang tidak terkendali bisa mengancam keutuhan ekosistem dan nilai geologis kawasan ini. Sebagai kawasan Geopark Nasional yang tengah diusulkan menjadi UNESCO Global Geopark, Silokek memerlukan strategi konservasi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Pengembangan pariwisata di Silokek harus dilakukan dengan prinsip ekowisata yang menekankan pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Infrastruktur wisata perlu dibangun dengan memperhatikan daya dukung lingkungan, sementara edukasi kepada pengunjung tentang pentingnya menjaga kelestarian alam harus menjadi bagian integral dari pengalaman wisata di kawasan ini.

Dengan keindahan alam yang dimilikinya, Silokek memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi ekowisata unggulan Indonesia. Status Geopark Nasional yang disandangnya harus menjadi momentum untuk mengembangkan kawasan ini dengan pendekatan yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat lokal, akademisi, dan pelaku usaha pariwisata diperlukan untuk memastikan bahwa keindahan Silokek dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Sebagai kawasan yang menyimpan keajaiban geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya yang kaya, Silokek tidak hanya penting bagi Sumatera Barat, tetapi juga bagi Indonesia dan dunia. Menjaga keindahan alamnya adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan komitmen dan tindakan nyata dari semua pihak.

Silokek adalah bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, yang jika dijaga dan dikembangkan dengan bijak, dapat menjadi kebanggaan nasional dan warisan dunia. Mari kita lestarikan keindahan Silokek untuk anak cucu kita, agar mereka juga dapat menyaksikan dan mengagumi keajaiban alam yang telah tercipta selama jutaan tahun ini.


Penulis: Abdul Khalil Fajri ( Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam)

 


Air Terjun Proklamator Keindahan Yang Tersembunyi



Sumbarescapes.com - Sumatera Barat punya beragam tempat wisata alam yang masih asri dan alami. Salah satunya Air Terjun Proklamator, tempat healing di alam yang cocok untuk pencinta wisata air.


Destinasi ini merupakan Air terjun dengan pemandangan alam menarik yang perlu Anda kunjungi. Lokasinya memang berada di wilayah administratif Kabupaten Tanah Datar, namun sangat dekat dengan Kota Padang Panjang.


Air terjun ini termasuk salah satu destinasi baru di Sumatera Barat. Diberi nama Proklamator, karena air terjun ini ditemukan pertama kali oleh Mahasiswa Pecinta Alam Proklamator, Universitas Bung Hatta, saat membuka jalur pendakian dikawasan tersebut pada tahun 2020, beberapa waktu lalu.


Keindahan yang ditawarkan air terjun khas aliran air Gunung Singgalang ini tidak kalah dengan wisata air terjun lainnya. Menyajikan pemandangan air terjun dari berbagai sisi. Air terjun Proklamator Sumbar akan sangat menyejukkan mata kita bila melihatnya. Air yang mengalir terlihat sangat jernih sehingga kita dapat merasakan Iangsung kejernihan airnya dan juga kita bisa berenang di air terjun tersebut untuk merilekskan badan yang penat saat berjalan menuju ke air terjun.


Jarak tempuh ke air terjun Proklamator sekitar 40 menit dengan berjalan kaki dari jalan utama, selama perjalanan kita melewati jalan yang cukup ekstrem namun bisa di lewati karena ada pagar pembatas di buat oleh pengelola disana, karena tidak bisa di tempuh dengan kendaraan sampai ke lokasi. Kendaraan hanya bisa dititipkan di parkiran rumah makan. Usahakan jangan datang saat weekend, karna wisatawan yang datang cukup ramai.


Setiap pengunjung dikenakan biaya masuk per orangnya yaitu sebesar Rp.10.000,- dan untuk parkir mobil sebesar Rp. 10.000,-, sedangkan untuk parkir kendaraan roda dua sebesar Rp. 5.000,-.

Sebelum memasuki kawasan objek wisata ini, terdapat beberapa peraturan yang harus dipatuhi, karena pengunjung akan memasuki kawasan hutan yang masih alami. Objek wisata air terjun proklamator buka setiap hari mulai dari pukul 08.00-18.00 WIB.


Untuk mengantisipasi kecelakaan saat trekking, pengunjung dianjurkan mempersiapkan beberapa hal. Diantaranya memakai sepatu olahraga atau sandal gunung, membawa air mineral yang cukup, dan memakai pakaian yang ringan serta menyerap keringat.


Pengunjung harus turun sebelum gelap datang dan juga terdapat beberapa pengelola setempat yang biasanya akan patroli mengingatkan pengunjung.


Penulis: Rizky Alfajri Akbar ( Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Imam Bonjol Padang)