Senin, 05 Mei 2025

Jejak Kasih Tak Sampai





(Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis

Jembatan Siti Nurbaya, begitu nama yang disematkan untuk bangunan yang sudah ada sejak tahun 1995 silam, membentang di atas sungai Batang Arau. Jembatan ini menghubungkan pusat kota dengan seberang Padang. Mengambil nama dari novel klasik Indonesia, "Siti Nurbaya" karya penulis terkenal Marah Rusli, mengenai kasih tak sampai; jembatan ini sangat gemilang di malam hari. Lampu-lampu yang menghiasi tepi jembatan menambah keindahan malam. Pantulan sinar lampu di permukaan Sungai Batang Arau, ditambah perahu nelayan yang lalu lalang menciptakan suasana romantis.

Tak heran, Jembatan Sitti Nurbaya menjadi salah satu titik favorit untuk menikmati pemandangan senja atau sekadar bersantai.

Selain nilai sastra, kawasan sekitar jembatan juga menyimpan jejak sejarah kota, seperti bangunan kolonial Belanda, pelabuhan tua, dan makam yang dipercaya sebagai makam Siti Nurbaya di Bukit Gunung Padang. Keberadaan jembatan ini tak hanya memperlancar akses transportasi, tapi juga menjadi simbol romantisme dan daya tarik budaya di kota Padang.

Pemerintah daerah terus berupaya merawat dan mempercantik kawasan ini agar tetap menjadi magnet pariwisata, baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.


Penulis: Hamdani (Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar